Arsip untuk ‘Blogging’

Februari 2, 2009

Membuat NPWP Pribadi

Ngurus NPWP, buat apa?

Mungkin masih banyak pertanyaan seperti ini,  karena bagi sebagian orang NPWP sama dengan kita membayar pajak,  males dong,  rugi dong,  ngapain sih.  Tapi karena saya adalah warga negara yang baik (halah),  maka saya pung ikut anjuran pemerintah untuk membuat NPWP Pribadi.

Daftarnya mudah, bisa registrasi online di ereg.pajak.go.id, atau datang sendiri ke Kantor Pajak.  Saya pilih pendaftaran online karena KTP masih pakai KTP Kampung (belum punya KTP Jakarta nih sampe sekarang). Belakangan ternyata kantor saya menyediakan pembuatan NPWP Kolektif dengan hanya menyerahkan fotokopi KTP ke kantor.  Tapi karena saya sudah duluan daftar, ya sudah bikin sendiri saja.

Formulir yang harus kita isi tidak terlalu banyak,  memuat alamat kita, alamat tempat usaha dan jenis usaha. Karena saya karyawan,  maka alamatnya diisi alamat kantor dan jenis usahanya diisi  sebagai Karyawan yang tidak melakukan pekerjaan bebas.  Setelah itu Nomor wajb panjak dan pasalnya otomatis akan terisi.

Setelah registrasi kita akan tau dimana alamat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat kita mengambil NPWP sesuai dengan alamat KTP yang kita isikan. Setelah registrasi saya print hasilnya, kemudian telpon ke KPP dan bilang kalau saya sudah registrasi via online. Mereka minta hasil  print untuk kemudian di fax ke nomor KPP. Selain itu, minta juga dikirimkan aslinya via pos. Kemudian saya minta kartu NPWP agar dikirim saja ke kantor di Jakarta, dan disetujui.

Lama menunggu, kartu NPWP belum juga nyampe ke kantor.  Akhirnya pas kebetulan pulang kampung Jumat kemarin, saya ambil sekalian tuh kartunya. Gak taunya emang sibuk banget tuh kantor pajak, banyak yang bikin NPWP juga. Proses nunggunya tidak lama, karena formnya sudah saya kirim sebelumnya. Kartupun jadi, bentuknya kartu magnet seperti kartu ATM. Selain cepat, membuat NPWP juga gratis. Tidak ada ongkos pembuatan kartu.  Jadi klo ada yang menawarkan pembuatan NPWP dengan ongkos tertentu, jangan mau!.  Kebetulan di KPP tempat saya mengambil kartu orangnya masih muda-muda dan fresh.  Denger-denger sih yang tua dah dipindahin ke bagian lain.  Potong generasi gitu lah biar gak ada pungli. Bagus juga nih kayaknya Perpajakkan dah mulai berbenah.

Lalu setelah jadi tinggal serahin deh nomornya ke kantor.  PPh tetap dibayar oleh kantor.  Selama ini kantor sudah memotong secara otomatis PPh karyawan dan dibayar ke Kantor Pajak, walaupun di slip gaji tidak diketahui berapa besarannya. Bedanya dulu dibayar berdasarkan NPWP kantor, sekarang dibayar berdasarkan NPWP Pribadi karyawan. Jangan sampai kita disuruh ngurus pajaknya sendiri, malesdong.com.

Terus apa lagi kegunaan NPWP? Katanya sih banyak.  Diantaranya bisa bebas bayar fiskal dan mendapatkan kredit bersubsidi (kredit perumahan misalnya).  Kalau kita berhenti kerja atau pindah kantor, tinggal urus lagi deh.  Form untuk pindah dan penhapusan NPWP bisa dibuat via online juga, berdasarkan user pertama kita faftar. Jadi biar gak ngantri di KPP. Cuman gak tau deh,  prosesnya semudah bikinnya atau tidak. Bagi yang sudah keluarga, istri dan anak bisa pakai nomor NPWP suami.

Yah,  semoga hasil pajak kita ke pemerintah bisa dimanfaatkan lebih baik. Jangan lagi ada korupsi dan penyalahgunaan. Mungkin saja banyak orang pajak yang memiliki stigma bahwa setiap orang atau pengusaha ingin menipu pajak supaya pajak yang dibayarkan tidak banyak. Di lain pihak, masyarakat juga banyak yang beranggapan orang pajak cenderung kurang jujur dan korup, terbukti banyak pegawai pajak kaya-kaya (hehe). Harusnya ini bisa diselesaikan dengan transparansi pajak dan penggunaannya. Seperti kata Ditjen pajak  ” Lunasi pajaknya, awasi penggunaannya”.

Harapan saya seharusnya zakat juga dibuat sistem yang mirip seperti ini.  Sehingga penerimaan dan pemanfaatan  zakat untuk keperluan umat bisa lebih optimal. Jadi pake kartu wajib Zakat gitu, NPWZ kali ya (hehe). Dan kalau perlu,  orang yang sudah bayar zakat  secara otomatis akan memotong kewajiban pajaknya.  Karena bagi umat Islam pajak dan zakat seberti dobel kewajiban, yang satu kewajiban agama, yang satu kewajiban negara. Bukankah dulu zaman kekhalifahan, zakat juga merupakan kewajiban warga negara sedangkan pajak diwajibkan atas warga yang non muslim/dzimmi. Jadi gak ada tuh dobel-dobel.

Saya dengar sudah banyak negara yang menerapkan sistem deduksi pajak jika si wajib pajak sudah membayar zakat. Semoga Indonesia juga bisa menerepkannya dengan baik.

Menurut Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor KEP – 163/PJ/2003 tanggal 10 Juni 2003,  pemerintah telah memberikan fasilitas berupa pengurangan zakat yang dibayarkan kepada BAZ/LAZ yang disyahkan negara dalam mekanisme penghitungan pajak terutang.  Dengan demikian beban pajak yang harus dibayarkan akan sedikit berkurang.  Tapi pengaplikasian dan penintregasian di lapangan sepertinya belum terdengar gaungnya. Pemerintah dalam hal ini harusnya bersinergi dengan Badan dan Lembaga amil zakat, kemudian mengajak wakil rakyat dalam hal ini adalah rekan-rekan kita di DPR agar dapat menghasilan produk berupa Undang-Undang yang mengatur integrasi zakat-pajak.  Karena negera ini yang memang belum menganut sistem Islam.

Oleh karena itu marilah kita pilih wakil-wakil kita yang nantinya akan duduk di legistatif melalui partai yang bersih dan amanah.  Lha kok jadi ke pemilu gini ngomongnya :) .

Referensi:

  1. Ditjen Pajak
  2. pajakpribadi
  3. Apa itu NPWP
  4. Tata Cara Pendaftaran NPWP
  5. Zakat dan Pajak

Kaitkata: , ,
Oktober 23, 2008

Ayo dukung RUU anti Pornografi dan Pornoaksi

Diskusi tentang RUU APP sekarang mulai menghangat lagi. Tak terkecuali di milis kantor. Berawal dari satu email yang meminta dukungan tentang segera disahkannya RUU ini dan kemudian dibalas oleh banyak rekan-rekan kantor. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Ada yang terkesan menengahi keduannya. Ada yang mengirimkan artikel-artikel tentang pornografi ini yang isinya menyiratkan dukungan maupun kontra terhadap RUU ini. Dari pengamatan saya sejauh ini lebih banyak yang pro dan mendukung daripada yang kontra. Ya iyalah (masak ya iya dong) secara kita yang masih punya hari nurani yang bersih dan lurus pasti tidak akan mendukung yang namanya pornografi dan pornoaksi.

http://ruuappri.blogsome.com/

http://warnaislam.com/ruupornografi

http://www.petitiononline.com/RUPP/petition.html

Baca juga artikel menarik mengenai 10 Kekeliruan dalam Wacana Anti RUU Pornografi.

Kaitkata:
Oktober 10, 2008

Pentingnya silsilah Keluarga

Suatu ketika dalam sebuah kajian, Ustadz bertanya siapa diantara kita yang masih ingat nama kakeknya. Ternyata tidak semua orang ingat nama kakeknya. Lebih-lebih lagi ketika ditanya siapa nama bapak dari kakek (buyut), hmm … makin banyak yang tidak tahu. Saya sendiri hanya tahu silsilah saya sampai pada kakek saya. Memang kebanyakan kita hampi-hampir tidak perduli dengan silsilah keluarga atau nasabnya. Padalah dengan ini kita bisa tahu asal-usul kita, dan bisa memelihara silaturahmi antar keluarga.

Nah ceritanya lebaran kemarin seperti biasa keluarga saya pergi ke pemakaman keluarga. Pemakaman ini memang merupakah wakaf dari leluhur dan hanya keluarga dan keturunan yang boleh menempatinya. Luasnya lumayan besar, mungkin sekitar 20 meter persegi saya tidak tau tepatnya. Yang jelas ada garis yang mengeliilingi sebagai batas dari pemakaman lain yang ada di sekitarnya. Disitu ada makam buyut saya dan anak-anaknya, yaitu Musa, Ismail, Iskak (kakek saya) dan Fatimah. Tiga yang pertama semua memiliki keturunan dan pasangannya juga dikubur di situ. Sementara Fatimah meninggal ketika belum sempat menikah. Saya baru nyadar, ternyata kakek dan saudara-saudaranya semua pakai nama-nama Nabi dan anak Nabi. Menurut cerita bapak saya, nenek saya yang bernama Mariatul Chaptiah juga masih ada hubungan saudara jauh yang tidak terlalu jauh dengan kakek. Beliau juga di makamkan tidak jauh dari tempat kakek. Sewaktu kakek meninggal saya belum lahir, sementara ketika nenek meninggal saya sudah duduk di bangku SD jadi saya ingat bagaimana sosok nenek secara langsung.

Selain makam kakek dan nenek, juga ada makam saudara-saudara yang lain yang saya juga tidak tau siapa mereka. Bapak saya sendiri juga tidak tahu, dan Dari garis mana tanah ini di wakafkan dan siapa yang mewakafkan keluarga besar kami sudah tidak ada yang tahu. Menurut bapak, dulu ada sepupu bapak yang hafal silsilah keluarga kami. Namun beliau juga sudah meninggal. Selain itu juga ada penjaga kunci makam (Pak Kunci) awal yang tau siapa masing-masing kuburan yang ada di situ. Namun Pak Kunci ini juga sudah meninggal dan digantikan oleh Pak Kunci yang lain.

Tiap lebaran, di wilayah pemakaman wakaf ini juga banyak keluarga besar lain yang berkunjung. Namun kita hanya saling pandang dan maksimal juga cuma saling senyum dan sapa. Padalah kalau dirunut pastilah semua keluarga yang berkunjung ke pemakaman ini masih satu garis keturunan, entah di garis buyut yang mana.   Karena pemakaman wakaf ini adalah pemakaman khusus keluarga dan keturunan. Namun diantara makam-makam disitu juga ada yang jarang dikunjungi atau tidak pernah dikunjungi lagi oleh keluarganya.  Mungkin karena sudah terputus keturunannya atau bisa jadi tidak ada lagi informasi yang turun-termurun mengenai silsilah keluarga dari ayah ke anak dan seterusnya.

Masih menurut cerita bapak, keluarga kami masih ada keturunan priyayi (bangsawan jawa).  Namun Kakek tidak mau di panggil Raden atau den entah kenapa alasannya. Kalau pembantunya memanggil dengan sebutan den langsung dimarahi. Sementara itu dari garis keturanan saudara kakek banyak yang masih memakai nama depan R (Raden) dan RR (Raden Roro). Menurut cerita, para priyayi itu masih ada keturunan bangsawan dan raja-raja jawa. Entah raja yang mana. Namun sekarang gelar priyayi lebih mengarah kepada sifat nantinya. Sifat ingin dilebihkan dan di tinggikan. Lha bangsawan bukan, Kedudukan tidak punya apalagi kerajaan kok masih memakai gelar Raden. Atau mungkin karena alasan itu kakek tidak mau memakai gelar priyayinya.

Kakek saya bisa sekolah di HIS dan MILO, dimana ketika itu hanya orang-orang tertentu yang bisa sekolah di tempat itu. Lulusan MILO (setingkat SMP sekarang) pada waktu itu pasti bisa bahasa Belanda. Lulusan MILO banyak yang menjadi pejabat daerah, termasuk kakek saya. Namun kakek sangat anti dengan belanda. Suatu ketika beliau bekerja di bawah atasan seorang Belanda, kemudian ada temannya yang dimarahi dan dihina. Kakek langsung tidak terima dan akhirnya keluar. Padalah yang memiliki masalah adalah temannya bukan beliau.  Cerita lain ketika kakek sudah memiliki karir di Pekalongan ketika itu ada isu serangan agresi dari Belanda. Kakek dan Nenek mengungsi dan tempat tinggal mereka dibakar karena tidak ingin diambil alih oleh Belanda. Setelah aman beliau pindah ke Tegal namun setelah situasi mereda, kakek tidak mau lagi meneruskan karir dan Rumah yang ada di Pekalongan tidak diambil kembali.

Begitulah sekilas cerita dari bapak saya. Setelah saya pikir ternyata penting sekali kita buat satu catatan khusus mengenai silisilah keluarga. Bukan hanya dari  mulut ke mulut saja.  Kalau saudara besar sudah kumpul, saya sendiri banyak yang tidak tau garis silsilahnya. Cuman bapak saja yang memberitahu kalau yang ini harus dipanggil bude, yang ini dipanggil om, yang itu dipanggil mbah, dan lain sebagainya. Yang masih paham hanya yang seangkatan Ayah ke atas. Sementara saya, sepupu-sepupu dan yang seangkatan sudah banyak yang tidak perduli garis silsilah. Yang penting tau kalau itu saudara saja.

Selain untuk silaturahmi, silsilah keluarga juga bisa dipakai untuk anak keturunan kita untuk mengirim doa. Bukankan doa anak yang sholeh itu makbul. Apakah kita tidak ingin anak keturanan kita kelak selalu mendoakan kita sebagai orang tuanya. Oleh karena itu saya berniat akan membuat satu catatan silsilah mengenai keluarga saya. Paling tidak dari Kakek Buyut ke bawah.  Sehingga anak dan cucu saya juga bisa tau dan bisa mendoakan orang tua dan seterusnya ke atas jika kelak saya sudah wafat.

Kaitkata:
Agustus 12, 2008

Ucapan Selamat menyambut Bulan Ramadhan

Saat ini sudah mulai bermunculan pantun, puisi atau ucapan Selamat menyambut bulan Ramadhan. Baik melalui SMS, blog ataupun Yahoo Messenger. Dasipada copy paste mendingan iseng bikin sendiri sajalah. Ini ucapan versi Selular.

Menapaki hari secerah MENTARI
Menunggu kedatangan Ramadhan nan suci
Kita sambut dengan hati yang HEPI
BEBAS dari rasa dengki
kedepankan salam dan SIMPATI

Lailatul Qodar bukan isapan JEMPOL
Bersihkan dosa dan hati yang kotor
Amal dan Ibadah harus terus kita XPLOR

walaupun dosa lebih besar dari ukuran XL
Ampunan Allah tetap FLEXIbel

Kayaknyaknya masih ada yang kurang yah. Oke deh FREN segitu aja bisanya. Jangan keAXISan (maksudnya keasikan) bacanya. 3(Three)ma kasih ya …

Kaitkata:
Maret 29, 2008

Kelilipan, jangan di remehkan

Kelilipan adalah sebutan untuk sebuah peristiwa dimana mata kita kemasukan benda asing sehingga terasa mengganggu di mata. Benda asing ini bisa debu, semut atau malah rambut kelopak mata kita sendiri. Yang jelas benda asing ini bentuknya kecil, klo sebesar bola pingpong ya bukan kelilipan namanya :D .

Kira-kira tiga hari lalu mata kiriku kelilipan benda aneh. Seperti biasa orang kelilipan pasti sekejap kemudian mata otomatis akan menutup dan mengedip-ngedipkan kelopaknya dan mata akan mengeluarkan air mata sebagai efek normal dan mekanisme perlindungan mata kita dari benda asing. Waktu itu kejadiannya malam hari, karena aku anggap kelilipan biasa dan benda itu pasti akan keluar sendiri dan bergeser ke pojok mata maka asumsiku dengan ditinggal tidur besoknya pasti mataku sudah sembuh.

Keesokan harinya mata masih terasa perih, benda asing ini masih saja terasa menempel di tempat pertama kali kelilipan dan seperti tidak bergeser dari tempatnya. Bahkan air mata terus keluar dari mata kiri bahkan dari hidung. Seperti orang menangis pasti selain keluar air mata, keluar juga air dari hidung, bedanya ini keluar dari sebelah kiri saja. Agak siang aku berikan obat tetes mata air kompres untuk membersihkan mata. Tidak dinyana setelah tidur siang mataku malah semakin memerah. Khawatir semakin parah akhirnya aku memutuskan pergi ke dokter mata. Kuceritakan kronologis terjadinya kelilipan tersebut. Dokter mulai mencari benda asing tersebut dengan cara membalikan kelopak mata bagian atas dan menggunakan semacam alat pembesar untuk melihat bola mata. Dokter memutuskan untuk mengambil benda tersebut. Sebelumnya aku di beri dua tetes cairan, katanya sih sebagai pati rasa agar saat diambil benda asing tersebut dari mata tidak terasa sakit. Sesaat setelah di tetesi cairan tersebut rasanya sangat perih dan beberapa saat kemudian mata terasa sedikit menebal. Mirip lah klo kita diberi obat bius lokal, seperti waktu mau cabut gigi kan dikasih bius dulu dan setelah dibius lokal pasti daerah terbius akan terasa menebal. Begitu pula dengan mataku.

Terbayang rasa takut sejenak karena ini mirip operasi kecil dan menyangkut organ sensitif yaitu mata kita. Dengan diawali doa akhirnya kupasrahkan saja semoga segera ditemukan benda asing ini dan mataku kembali normal. Tidak lama dokter menemukan benda plastik bening tipis yang menempel di kelopak mata (bukan di bola mata). Setelah itu dokter memeriksa korbannya, yaitu lapisan bola matanya sendiri apakah ada yang lecet bagian korneanya karena gesekan yang terlalu lama dengan benda asing ini. Alhamdulillah ternyata tidak ada masalah dengan bola matanya. Setelah selesai aku kembali ditetesi cairan lagi satu tetes. Kemudian dokter memberikan resep obat tetes mata khusus untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata.

Selama menunggu resep obat, di sebelahku kulihat ada orang tua dengan mata sebelah yang di balut kain kasa berjalan dipapah oleh seorang lagi (sepertinya istrinya).  Mungkin beliau menderita sakit mata yang sudah parah. Sejenak aku jadi merenung betapa besarnya Allah memberikan nikmat pada satu bola mata kita. Kala kita sehat kadang kita lupa bersyukur kepada-Nya. Justru kalau kita sedang sakit, barulah menyadari besarnya nikmat ini.

Sebelum pulang sang petugas pencatat resep memberitahukan bahwa nanti tidak lama mata akan membengkak dan terasa masih ada benda asing. Namun ini adalah efek wajar dari proses operasi pengambilan benda asing yang telah dilakukan sebelumnya. Jangan dikucek karena justru bisa memperparah. Benar saja, malam harinya mata membengkak dan mengeluarkan cukup banyak kotoran mata. Namun pagi harinya setelah beberapa kali pemberian otat tetesan, Alhamdulillah mata berangsur-angsur membaik.

Jadi mulai sekarang hati-hati dengan yang namanya kelilipan. Jika tidak ingin kelilipan menimpa kita maka selalu menjaga mata dengan baik, seperti selalu menggunakan helm berkaca khususnya bagi pengendara motor. Apabila kelilipan menimpa anda, segera berikan obat tetes mata dan jangan dikucek, karena pengucekan mata justru bisa memberikan efek negatif dengan semakin besarnya gesekan benda asing yang masuk dengan lapisan tipis bola mata kita. Gunakan tisu atau kain halus yang steril untuk membersihkan kelilipan. Bila kelilipan tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter mata.

Kaitkata: ,
November 24, 2007

Anda boleh memakai “mercy”, tapi kami butuh busway

Kalimat diatas saya lihat pada sebuah poster di tepi jalan. Ini dia nih dukungan terhadap proyek busway yang sedang berjalan sekarang ini dan juga merupakan sindirian atau bahkan kecaman terhadap orang-orang yang memprotes pembangunan proyek busway yang akhir-akhir ini lebih sering muncul di media. Jalanan macet bukan karena proyek busway, tetapi karena banyaknya mobil dan kendaraan pribadi yang ada di Jakarta. Sebagaimana diketahui mereka yang mengeluhkan kemacetan yang semakin parah diakibatkan berlangsungnya pembangunan beberapa koridor busway baru adalah kebanyakan para pengguna mobil pribadi. Sedangkan mereka yang biasa naik kendaraan umum pastinya lebih membutuhkan busway. Begitu kira-kira inti dari pesan yang ingin disampaikan dari poster tersebut.

Saya pribadi adalah pengguna busway juga, lebih nyaman memang. Saya malah membayangkan angkutan transportasi masal macam monorail maupun subway seharusnya sudah lama dimiliki oleh Jakarta dan sekarang saya sudah bisa menikmati hasilnya. Namun kalau saya telaah lebih dalam (ceileh), jika sarana transportasi masalah sudah mapan sekalipun mungkin belum tentu sepenuhnya bisa mengatasi masalah di Ibukota Indonesia ini. Selama pembangunan masih terpusat di Jakarta dan tidak ada pemerataan pembangunan, maka manusia-manusia pencari rupiah akan terus berdatangan ke Jakarta. Tentunya jumlah kendaraan pribadi di Jakarta juga akan terus meningkat dengan pesat. Surabaya saja yang konon kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ada apa-apanya jika dibandingkan Jakarta.

Saya mungkin juga tidak tahu apa sih solusi yang seharusnya dilakukan. Saya bukan pakar dan saya juga berstatus sebagai pendatang di Jakarta. Kota ini sudah menanggung beban yang sangat berat. Sebagai ibukota, pusat pemerintahan, pusat perekonomian dan bisnis, pusat mimpi dan ujung-ujungnya menjadi pusat kriminalitas juga. Apakah fungsi Ibukota dan pusat perekonomian harus dipisah dan jangan dibebankan ke satu kota ini saja. Pindah ibukota negara mungkin bisa menjadi salah satu solusi. Tapi ini tentu saja tidak mudah untuk dilakukan. Dan ide ini juga sudah banyak yang membahas. Namun yang ditakutkan jika solusi tidak dipikirkan dari sekarang, nanti ketika semua proyek angkutan masal sudah selesai ternyata Jakarta tetap macet karena orang-orang semakin banyak yang datang ke Jakarta.

Kaitkata: ,
Oktober 4, 2007

Indeks Masa Tubuh

Indeks masa tubuh adalah pembagian antara ukuran tinggi dan berat tubuh seseorang dan menentukan kadar lemak dalam tubuh. Cara menghitungnya adalah dengan rumus sebagai berikut:

Indeks Masa Tubuh = Berat badan (Kg) / Tinggi Badan kuadrat (meter2)

Hasilnya lihat tabel berikut:

INDEKS MASA TUBUH

KATEGORI

< 18,5

Berat badan kurang

18,5 – 24,9

Berat badan normal

25 – 29,9

Berat badan lebih

30 – 34,9

Obesitas I

35 – 39,9

Obesitas II

> 39,9

Sangat obesitas

Dan ternyata saya masuk kategori normal mendekati kurus :D .

Juli 5, 2007

Konversi CSV ke MySQL

Jika anda disuruh membuat database dan hanya disodori data berformat Excell (.xls) ada cara yang cukup mudah untuk memasukkannya ke MySQL. Pertama-tama ubah dulu file excell ke file CSV (comma separated values) dengan Microsoft Excell. Misalnya anda punya tabel excell dengan nama file test.xls seperti ini:

No Nama Alamat Telepon
1 Aris Jl. Bulor Sby 3443243
2 Arief S Jl. Jkt saja no 5 3234434
3 Nurbawani Madiun oke No. 1 2395234

Dengan Microsoft Excell, pilih “File” kemuadin “Save as” lalu pada option “save as type:” pilihlah CSV (comma delimited). Maka akan dihasilkan file test.csv. Bukalah file tersebut dengan text editor maka akan ditampilkan seperti ini:

No,Nama,Alamat,Telepon
1,Aris,Jl. Bulor Sby,3443243
2,Arief S,Jl. Jkt saja no 5,3234434
3,Nurbawani,Madiun oke No. 1,2395234

Buatlah table pada database MySQL dengan nama test dan dengan jumlah fields sesuai dengan jumlah kolom pada file excell. Kopikan file test.csv ke direktori mysql, kemudian dari command mysql ketikan:

mysql>LOAD DATA LOCAL INFILE 'test.csv' INTO TABLE test FIELDS TERMINATED BY ',' ENCLOSED BY '"' LINES TERMINATED BY '\r\n';

Selesai.

Kaitkata: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.