Arsip untuk Agustus, 2007

Agustus 30, 2007

Sholat Gerhana

“Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari kerana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam “Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu shalat dan berdoa sehingga habis gerhana.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kemarin sehabis sholat maghrib di masjid DT Cipaku, Imam sholat mengajak jamaah untuk melakukan sholat sunat gerhana. Tidak lupa beliau memberikan petunjuk awal tentang bagaimana cara-cara sholat ini karena memang jarang dilakukan. Sholat ini dilakukan 2 rakaat dengan 4 kali ruku’, jadi tiap rakaat 2 kali ruku’. Selama sholat disunnahkan membaca bacaan yang panjang. Selepas sholat dilanjutkan dengan khotbah dan setelah itu dianjurkan untuk memperbanyak dzikir.

Saya sendiri baru tahu kalo saat itu memang sedang terjadi gerhana bulan. Dan baru pertama kali itu pula melakukan sholat sunat gerhana. Agak aneh memang karena kita biasa sholat 1 kali ruku’ dalam tiap rakaat. Sedang dalam sholat gerhana setelah melakukan i’tidal, Imam kembali membaca Al-Fatihah. Saya coba cari referensi beberapa artikel mengehai sholat ini dan memang tuntunannya seperti itu.

Sholat ini bisa dilakukkan sendiri maupun berjamaah. Namun disunnahkan berjamaah, seperti halnya yang pernah dilakukukan oleh Rasulullah SAW bersama dengan para sahabat. Pada tanggal 30 Shafar 9 Hijriah, putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim dan baru berusia 70 hari meninggal dunia. Lalu siang hari itu terjadi gerhana matahari total. Penduduk Madinah segera menghubungkan gerhana itu dengan wafatnya Ibrahim. Mendengar hal itu, Nabi Muhammad s.a.w. bersabda sebagaimana hadist pembuka diatas.

Kaitkata:
Agustus 21, 2007

Laksamana Cheng Ho

Laksamana Cheng Ho (Admiral Zheng He) memiliki nama asli Ma Sanbao. Dia dilahirkan pada tahun 1371M di Kunyang provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Cheng Ho berkarir menjadi kasim dan kemudian menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Cheng Ho bersasal dari keluarga Muslim, Ayah dan kakeknya bahkan dikabarkan sudah melakukan Haji ke Mekah. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Cheng Ho melakukan ekspedisi dalam kurun waktu tahun 1405-1433 dan menyinggahi tak kurang dari 30 negara di Asia, Timur Tengah bahkan hingga ke Afrika. Sementara jejaknya di Indonesia terlihat di Kerajaan Samudra Pasai, Aceh, Palembang, Sumatra Selatan, dan Pulau Jawa. Dalam ekspedisinya, Cheng Ho memiliki armada yang berjumlah kurang lebih 30 ribu anak buah kapal dan menaiki sejumlah kapal besar maupun kecil.

petachengho.gif Misi pelayaran Laksamana Cheng Ho ialah mengukuhkan persahabatan antara Negara Cina dengan Negara-negara di Asia Tenggara, Lautan India, Arab, Persia dan Afrika Timur. Menunjukkan kekuatan Negara Cina serta mengembalikan kejayaan Tiongkok yang mulai pudar sejak kejatuhan Dinasti Mongol. Mewujudkan pendamaian antara satu sama lain dan memajukan perdagangan antarabangsa. Selain itu sebagai seorang Muslim tentunya beliau tidak lepas dari kegiatan dakwah dalam memperkenalkan ajaran Islam.

Cheng Ho yang dikenal sebagai inspirasi bagi pelayaran dunia berikutnya (87 tahun lebih awal dari pelayaran Christopher Columbus sang penemu Benua Amerika). Beliau meninggal tahun 1433 di Calicut India, dalam ekspedisi yang ketujuh.

*Diambil dari berbagai sumber, antara lain di sini, sini, sini dan sini.

Agustus 8, 2007

Lagoe Indonesia Raja tempo doeloe

Terlepas dari kehebohan Om Roy Suryo yang telah mengklaim telah menemukan fakta sejarah baru berupa video lagu indonesia raya 3 stanza. Kemudian Arsip Nasional telah menyatakan bahwa video tersebut adalah video yang sama yang sudah ada sejak lama di Arsip nasional. Yang jelas saya sendiri juga baru tahu kalau ada Lagu Indonesia Raya versi seperti ini. Ini dia video dan liriknya:

Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe IboekoeIndonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja

Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati

Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi

Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Kaitkata:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.